Tampilkan postingan dengan label Praktikum Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Praktikum Biologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 November 2015

Membuaat Nata de Coco

Membuaat Nata de Coco

        Secara kegunaan, utamanya Acetobacter xylinum digunakan untuk segala bentuk bioteknologi yang menghasilkan nata (ada nata de coco (dari air kelapa), nata de soya (dari limbah tahu atau susu kedelai), nata de tomato, nata de pina, nata de cassava (dari singkong), nata de melo, dll.).
          Praktisnya kita dapat membeli "bibit"Acetobacter xylinum di LIPI atau balai penelitian lainnya, bahkan harganya sangat terjangkau. Tetapi bagi kita yang malas ke LIPI atau jauh dari balai penelitian sejenisnya kita bisa membuat sendiri Acetobacter xylinum dengan mudah.

Bahan:

Senin, 12 Agustus 2013

Format Laporan Praktikum Biologi

Menulis laporan praktikum Biologi, sebenarnya merupakan dasar berlatih menulis laporan penelitian. Jadi sebaiknya dalam membuat laporan dibiasakan menggunakan format yang lengkap dan formal, mulai dari latarbelakang masalah hingga penarikan kesimpulan.


Berikut ini contoh format laporan praktikum Biologi yang menurut saya baik dan lengkap. Silahkan simak dan sesuaikan dengan tema praktikum Anda.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Jumat, 12 Juli 2013

Dasar-dasar pelaksanaan praktikum Biologi

Semisal Anda ingin mencoba meneliti pengaruh pemberian pupuk terhadap pertumbuhan biji kacang hijau. Perubahan kondisi yang akan diamati adalah kecepatan pertumbuhan/perkecambahan biji kacang hijau, dengan membandingkan kecepatan pertumbuhan antara perkecambahan biji yang diberi pupuk dengan perkecambahan biji yang tidak diberi pupuk.
Anda dapat merumuskan suatu masalah, misalnya: ‘”Adakah pengaruh pupuk terhadap kecepatan perkecambahan biji kacang hijau?” Dari rumusan masalah ini kemudian bisa disusun hipotesis(dugaan sementara) misalnya: “Ada pengaruh pemberian pupuk terhadap kecepatan perkecambahan biji kacang hijau”. Setelah menyusun rumusan masalah dan hipotesis, barulah melaksanakaneksperimen.
Biasanya, setelah Anda merumuskan masalah, langkah berikutnya sebelum menyusun hipotesis dan melakukan eksperimen adalah mencari informasi atau literatur yang berisi tentang segala hal yang berkaitan dengan masalah yang hendak dipecahkan. Misalnya saja Anda mencari literatur tentang pupuk, tentang tanaman kacang hijau, tentang proses perkecambahan, dan sebagainya. Langkah ini merupakan bagian observasi untuk mencari data.
Untuk melakukan eksperimen dengan contoh di atas,  alat dan bahan utama yang diperlukan adalah biji kacang hijau, pot, tanah, pupuk, air, cetok, timbangan, sendok, gelas/mangkuk, dll. Silahkan tentukan sendiri.

Menentukan variabel dalam eksperimen

Hal penting dalam persiapan metodologis untuk menguji hipotesis penelitian adalah mengidentifikasi variabel-variabel apa saja yang terlibat. Semakin sederhana suatu rancangan penelitian maka semakin sedikit variabel-variabel yang terlibat, begitu juga sebaliknya.
Secara garis besar, variabel penelitian terbagi menjadi variabel bebasdan variabel terikat. Variabel bebas ialah variabel penelitian yang berupa perlakuan yang dikenakan terhadap sampel eksperimen. Pada contoh ini variabel bebasnya adalah pemberian pupuk, termasuk pula perbedaan konsentrasi pupuk yang diberikan.
Variabel terikat ialah variabel penelitian berupa kejadian atau hasil yang muncul akibat variabel bebas. Pada kasus ini variabel terikatnya adalah kecepatan perkecambahan biji kacang hijau.
Agar lebih jelas cermatilah tabel berikut, bandingkan dengan rumusan masalah yang telah dibuat di atas.
Pertanyaan
Variabel Bebas
Kata Penghubung
Variabel Terikat
Objek
Adakah pengaruhpemberian pupukterhadapkecepatan perkecambahanbiji kacang hijau
Selain kedua variabel di atas, biasanya ada satu variabel lagi yang disebut variabel kontrol. Variabel kontrol adalah segala faktor pada suatu disain eksperimen yang harus dibuat sama. Jika dalam suatu eksperimen akan dibuktikan pengaruh pupuk, maka pengaruh faktor lain harus dikendalikan, yaitu dengan cara memberikan faktor (variabel) pada semua kelompok perlakuan yang sama. Misalnya, pemberian air, besarnya pot, banyak tanah, jenis biji, cahaya matahari, dan sebagainya semuanya harus diperlakukan sama.
Mengapa harus begitu? Supaya hasil eksperimen menghasilkan data yang valid. Jika yang diteliti adalah pengaruh pupuk, maka hasil penelitian harus benar-benar menunjukkan pengaruh pupuk, dan bukan karena pengaruh faktor lain. Jadi ini untuk menghindari kesalahan yang tidak disengaja.
science scientificmethod Dasar dasar pelaksanaan praktikum Biologi
Setelah pelaksanaan eksperimen umpamanya saja Anda memiliki data seperti tabel berikut ini.
Konsentrasi pupuk
Biji A (mm)
Biji B (mm)
Biji C (mm)
Rata-rata (mm)
0%
10%
20%
30%
40%
50%
2
3
4
5
6
7
3
4
5
6
7
8
4
5
6
7
8
9
3
4
5
6
7
8
Dari data yang telah dicatat tersebut, selanjutnya Anda akan membuat suatu uraian berupa analisa data atau diskusi mengenai eksperimen yang telah dilakukan, termasuk didalamnya membuat grafik yang menunjukkan perbedaan pertumbuhan kecambah biji kacang hijau karena perbedaan konsentrasi pupuk.
Dalam analisa data ini pula Anda harus menjawab atau membuat penjelasan jika terdapat anomali (keanehan data yang tidak sesuai teori). Misalnya saja ada data yang menunjukkan kecepatan pertumbuhan kecambah yang sama padahal diberi konsentrasi pupuk yang berbeda. Bukankah ini aneh?
Terus terang saja kasus kemunculan anomali ini sering terjadi pada hasil praktikum para siswa. Lantas solusinya membuat penjelasannya bagaimana? Anda harus teliti kembali secara urut mulai langkah penentuan variabel hingga pelaksanaan eksperimen selesai. Adakah langkah-langkah yang keliru di sana? Lalu crosscheck kembali dengan teori literatur atau diskusikan dengan teman atau tutor Anda. Mau diskusi di blog ini juga boleh.
Sebagai langkah terakhir dari eksperimen ini adalah menarik kesimpulan. Kesimpulan diperoleh berdasarkan hasil dari eksperimen. Kemungkinan kesimpulan pertama, hipotesis ditolak jika dugaan sementara tidak sesuai dengan hasil eksperimen. Apabila hipotesis diterima, berarti dugaan sementara sesuai dengan hasil eksperimen.
scientific method3 Dasar dasar pelaksanaan praktikum BiologiManakah hasil eksperimen yang baik, jika hipotesis ditolak atau diterima? Semua hasil eksperimen dikatakan baik jika dilakukan dengan prosedur secara ilmiah. Tidak jadi masalah apakah hasil eksperimen mendukung hipotesis atau tidak. Yang lebih penting adalah apakah Anda sudah merancang langkah-langkah eksperimen tersebut berdasar prosedur ilmiah. Karena berdasar prosedur itulah suatu penelitian ilmiah layak dipercaya atau tidak.
Nah, jika Anda bisa melaksanakan langkah-langkah yang diuraikan di atas sebenarnyalah Anda telah melakukan metode ilmiah yang urutannya seperti ini:
  • Merumuskan masalah
  • Melakukan observasi
  • Menyusun hipotesis
  • Melaksanakan eksperimen
  • Menarik kesimpulan

Kecepatan perkecambahan biji kacang hijau

Alat dan bahan

Kita asumsikan secara singkat, kira-kira inilah alat dan bahan yang diperlukan:
  • biji kacang hijau
  • kapas
  • air
  • wadah
  • mistar / penggaris
  • pensil / pulpen

Cara kerja

Cara kerja ini hanya sebagai contoh. Bisa saja cara kerja yang diberikan gurumu berbeda, bergantung pada tujuan percobaan.
  1. Pilihlah 5 biji kacang hijau yang kira2 memiliki bentuk dan ukuran yang sama
  2. Ambillah sejumlah kapas dan bagilah menjadi lima bagian yang kira-kira sama, dan tempatkan dalam suatu wadah yang terbuka.
  3. Basahi semua kapas tersebut dengan air secukupnya. Usahakan jumlah air yang digunakan untuk membasahi kapas volumenya sama.
  4. Tempatkan di atas kapas tersebut masing-masing satu biji kacang hijau.
  5. Letakkan di tempat yang aman dan cukup memperoleh udara.
  6. Amatilah perkecambahan yang terjadi, dan catatlah setiap hari pertambahan panjang kecambah pada interval waktu yang sama.

Praktikum enzim katalase

Tujuan Penelitian

Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase

Dasar Teori

Fungsi enzim katalase adalah menguraikan Hidogen Peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang tidak berbahaya. Bila tidak segera diuraikan, senyawa ini akan bersifat toksik dan dapat merusaksel.

Alat dan Bahan

  • Tabung reaksi + rak
  • Pipet tetes
  • Pembakar spiritus
  • mortar
  • Kaki tiga dan kaca
  • Lidi dan korek api
  • es batu
  • Ekstrak hati (enzim katalase)
  • Hidrogen Peroksida (H2O2)
  • HCl
  • NaOH

Cara Kerja

  1. Haluskan hati dengan mortar lalu tambahkan sedikit air
  2. Mengambil ekstrak hati dan tuangkan ke dalam tabung reaksi.
  3. Teteskan larutan H2O2 dan secepatnya tutuplah ujung tabung reaksi dengan menggunakan ibu jari, sambil mengocoknya dengan pelan.
  4. Amatilah dan catat apa yang terjadi.
  5. Siapkan sebuah lidi yang membara, lepaskan ibu jari dan secepatnya masukkan lidi yang membara ke dalam tabung reaksi.
  6. Amatilah dan catat apa yang terjadi.
  7. Lakukan langkah 1 – 6 masing-masing dengan:
    1. penambahan HCL
    2. penambahan NaOH
    3. memanaskan ekstrak hati lebih dulu sebelum ditambah H2O2
    4. menambahkan es batu lebih dulu sebelum ditambah H2O2
  8. Catat hasil pengamatanmu dalam bentuk tabel

Hasil Pengamatan

FastStoneEditor Praktikum enzim katalase
Misalnya hasil pengamatan kamu seperti ini
[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=cqG5G8AZ3Dk]

FastStoneEditor Praktikum enzim katalase
Berdasar tabel pengamatan di atas dapat ditarik beberapa konsep sebagai berikut:
  • Gelembung yang muncul adalah gelembung oksigen, berdasarkan reaksi
    • 2H2O2 —–> 2H2O + O2 dengan bantuan enzim katalase
  • Gelembung oksigen ini banyak dihasilkan jika dalam percobaan menggunakan ekstrak hati, artinya sel-sel hati banyak mengandung enzim katalase karena hati bertanggungjawab utama terhadap proses detoksifikasi (menetralkan racun). Percobaan lain dengan membandingkan ekstrak bahan lain misalnya kentang, wortel, atau jantung juga menghasilkan gelembung berarti bahan-bahan tersebut juga mengandung enzim katalase. Tetapi kadar tertinggi tetap ekstrak hati.
  • Pada perlakuan lain dengan penambahan NaOH, HCl, dipanaskan, dan diberi es batu, ternyata jumlah gelembung sangat berkurang. Ini sesuai dengan sifat kerja enzim, bahwa enzim bekerja pada pH tertentu dan bekerja pada suhu tertentu.
  • Perlakuan normal (kontrol) menghasilkan banyak gelembung, berarti enzim katalase bekerja pada suhu normal dalam suasana netral.

Tip dan trik

Seringkali siswa telah melakukan prosedur sesuai petunjuk yang diberikan, namun ternyata hasilnya bisa berbeda dengan kelompok lain, atau hasilnya berbeda dengan teorinya. Berikut ini tip dan trik agar praktikum enzim katalase ini berhasil dengan bagus.
  • Air adalah medium reaksi. Jika kadar air cukup, maka reaksi lebih cepat berjalan. Jadi tambahkan air dengan cukup saat membuat ekstrak hati.
  • Tingkat kelarutan ekstrak hati berpengaruh terhadap kecepatan penguraian peroksida. Maka buatlah ekstrak hati sehalus mungkin.
  • Enzim katalase terdapat di dalam sel-sel hati.  Jika jumlah enzim meningkat, maka reaksi juga berjalan lebih cepat. Jadi tambahkan porsi hati lebih banyak.
  • Jika kadar perosida sedikit, maka gelembung yang dihasilkannya juga sedikit. Agar gelembung yang dihasilkan lebih banyak, tambahkan sedikit lagi peroksida. Tapi ingat, ekstrak hati yang dibuat harus cukup.

Praktikum golongan darah ABO dan Rhesus

Dalam praktikum golongan darah diperlukan alat dan bahan sebagai berikut:

Alat

  1. Kartu tes golongan darah (jika tidak ada bisa diganti object glass)
  2. Kapas
  3. Alkohol 70 %
  4. Lancet
  5. Tusuk gigi

Bahan

  1. Serum alfa
  2. Serum beta
  3. Serum alfa beta (tidak harus ada)
  4. Serum anti Rhesus

Cara Kerja

  1. Siapkan kartu uji atau object glass yang telah di beri nomor 1 – 4
  2. Sterilkan salah satu ujung jari dengan kapas yang telah dibasahi dengan alkohol 70%
  3. Tusukkan lancet dengan hati-hati dan mantap ke ujung jari yang telah steril, lalu tekanlah ujung jari hingga darah keluar
  4. Teteskan darah pada kartu uji atau object glass sebanyak 4 kali pada tempat yang berbeda sesuai nomor
  5. Teteskan serum alfa sebanyak 1 tetes pada sampel darah pertama, lalu aduklah dengan gerakan memutar menggunakan tusuk gigi. Amatilah apa yang terjadi.
  6. Lakukan langkah nomor 5 untuk serum beta, serum alfa-beta, dan serum anti Rhesus

Alat-alat laboratorium

Anak SMA paling sering menderita penyakit seperti itu. Untuk mengingatkan kembali, silahkan melihat-lihat gambar berikut supaya Anda mengenal dengan baik beberapa alat-alat laboratorium yang umum.

FastStoneEditor Alat alat laboratorium
FastStoneEditor Alat alat laboratorium

Praktikum Klasifikasi Tumbuhan

Sub Topik

  1. Morfologi Tumbuhan
  2. Anatomi Tumbuhan
  3. Taksonomi Tumbuhan

Kemampuan Dasar :

  • Mengumpulkan ciri-ciri morfologi dan anatomi dari tumbuhan
  • Mengidentifikasi tumbuhan berdasarkan ciri-ciri morfologi dan anatomi yang tampak
  • Mengklasifikasi tumbuhan berdasarkan persamaan ciri-ciri yang tampak

Tujuan Praktikum :

  1. Mengumpulkan ciri-ciri morfologi tumbuhan
  2. Mengumpulkan ciri-ciri anatomi tumbuhan
  3. Mengidentifikasi tumbuhan berdasarkan persamaan ciri morfologi yang tampak
  4. Mengidentifikasi tumbuhan berdasarkan persamaan ciri anatomi yang tampak
  5. Mengklasifikasi tumbuhan berdasarkan persamaan ciri-ciri yang tampak

Kerangka Teori

Morfologi Tumbuhan

Morfologi Tumbuhan adalah ilmu yang secara khusus mempelajari tentang bentuk-bentuk organ tubuh tumbuhan beserta fungsinya. Secara umum, organ tubuh tumbuhan terbagi atas 3 bagian utama yaitu :
  1. Akar,
  2. Batang dan
  3. Daun
Ketiga bagian tersebut merupakan bagian utama, yang dapat termodifikasi menjadi organ-organ sekunder sesuai dengan fungsinya. Organ-organ sekunder tersebut dapat berupa :
a. Bunga,
b. Buah,
c. Biji,
d. Duri, dan
e. Umbi
Bunga, Buah dan Biji merupakan organ reproduksi, sehingga diperlukan jika proses reproduksi berlangsung.

Anatomi Tumbuhan

Anatomi Tumbuhan adalah ilmu yang secara khusus mempelajari tentang organ-organ bagian dalam tubuh tumbuhan, sehingga dalam pengamatan diperlukan membuka organ tubuh tumbuhan. Setiap tubuh bagian dalam tubuh tumbuhan biasanya memiliki perbedaan tempat dari organ-organ tubuh tersebut, sehingga keadaan seperti ini dapat dijadikan salah satu faktor pembeda dalam kegiatan identifikasi tumbuhan.

Taksonomi Tumbuhan

Taksonomi tumbuhan adalah sebuah ilmu yang mengkhususkan diri dalam kegiatan identifikasi tumbuhan serta penempatan dan pemberian nama bagi tumbuhan-tumbuhan baru. Kegiatan ini sangat dipengaruhi dari keadaan morfologi dan anatomi dari tumbuhan yang dimaksud. Karena, Klasifikasi Tumbuhan adalah proses penempatan tumbuhan ke dalam tingkatannya masing-masing berdasarkan persamaan ciri-ciri yang tampak, baik dari sisi morfologi ataupun dari segi anatominya.
Dalam taksonomi tumbuhan kita akan mengenal 7 tingkatan takson, yang agak sedikit berbeda dengan klasifikasi hewan. Ketujuh tingkatan takson tumbuhan tersebut antara lain :
  • REGNUM/KINGDOM (Kerajaan)
  • DIVISIO
  • CLASS
  • ORDO
  • FAMILY
  • GENUS
  • SPECIES
Nama ilmiah dari suatu makhluk hidup termasuk tumbuhan selalu menggunakan bahasa latin, karena bahasa latin dianggap tidak bisa berkembang lagi karena dianggap bahasa yang telah mati. Disamping itu penggunaan bahasa latin dianggap mewakili banyak bahasa yang ada di dunia, sehingga dapat mempermudah pengenalan makhluk hidup termasuk tumbuhan.
Dalam penulisan nama ilmiah ada beberapa acuan pokok yang wajib untuk dipenuhi :
1. Menggunakan bahasa latin
2. Menggunakan penamaan dengan 2 suku kata seperti Psidium guajava
  • Kata pertama mengacu pada nama genus dari tumbuhan yang dimaksud, sedangkan
  • Kata kedua mengacu kepada nama species yang diamati
3. Jika, menggunakan 3 suku kata, kata kedua dipisahkan dengan tanda baca garis datar “-“. Seperti Hibiscus rosa-sinensis
4. Nama harus dicetak miring atau diberikan garis bawah, misalnyaPsidium guajava atau Psidium guajava5. Pada umumnya penemu membubuhkan inisial pada akhir dari nama ilmiah, seperti Oryza sativa L. L yang dimaksudkan disini adalah Linneaus sebagai penghormatan kepada beliau.
6. Huruf pertama dari nama, atau huruf pertama dari genus adalah huruf besar sedangkan yang lainnya adalah huruf kecil. Seperti : Zea mays
Dalam pemberian nama tersebut diperlukan panduan untuk pemberian nama dan peletakkan kedalam klasifikasinya. Panduan disebut adalah buku dikotomi. jika kita mencontohkan sebuah tanaman padi yang akan kita taksonomi, maka akan terlihat seperti berikut :
  1. Regnum : Plantae
  2. Divisio : Spermatophyta
  3. Class : Angiospermae
  4. Bangsa : Monokotil
  5. Family : Germinae
  6. Genus : Oryza
  7. Species : Oryza sativa L

Alat dan Bahan

Alat :

  1. Kertas A4
  2. Pensil
  3. Penghapus
  4. Mistar
  5. LUP (Kaca Pembesar)
  6. Buku Dikotomi

Bahan :

  1. 1 buah tumbuhan padi lengkap (akar, batang dan daun)
  2. 1 buah contoh batang dan daun dari tumbuhan jambu (Psidium guajava)
  3. 1 buah contoh daun dari tumbuhan bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
  4. 1 buah contoh biji dari tanaman Kopi

Prosedur Kerja

  1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
  2. Siapkan tanaman padi diatas meja, amati kemudian gambar serta berilah keterangan pada gambar tersebut.
  3. Amati dan diskusikan dengan teman-temanmu ciri-ciri morfologi dari tanaman padi tersebut baik akar, batang dan daunnya.
  4. Catatlah ciri-ciri morfologi yang menjadi ciri khas dari tanaman padi.
  5. Bongkarlah tanaman padi tersebut dengan cara mengelupas satu-persatu bagian tubuh padi.
  6. Gambarlah bagian-bagian anatomi dari tanaman padi serta berilah keterangan.
  7. Amati dan diskusikanlah dengan teman-temanmu bagian anatomi yang menjadi ciri khas padi.
  8. Ulangi langkah 2 hingga 7 pada tumbuhan jambu, bungan kembang sepatu serta kopi.
  9. Bandingkanlah ciri-ciri morfologi dan anatomi keempat tumbuhan tersebut.

Tugas Kelompok

Buatlah taksonomi dari tumbuhan yang telah kalian amati, yaitu :
  • Padi
  • Jambu Biji
  • Bunga Kembang Sepatu
  • Kopi

Pertanyaan

  1. Tuliskan ciri-ciri apa saja baik morfologi maupun anatomi dari tumbuhan yang telah kalian amati.
  2. Bagaimana pendapat kalian tentang fungsi dari ciri-ciri morfologi maupun anatomi tersebut dalam kehidupan tumbuhan-tumbuhan tersebut.
  3. Dengan cara apa kalian dapat menempatkan tumbuhan-tumbuhan tersebut ke dalam tingkatannya masing-masing
  4. Apa peran dari ciri-ciri morfologi dan anatomi dalam kegiatan taksonomi.

Tugas Perorangan

  1. Buatlah laporan praktikum dari hasil praktek yang telah kalian laksanakan
  2. Presentasikan

Rabu, 10 Juli 2013

UJI BAHAN MAKANAN

Tujuan:
Untuk menguji adanya kandungan karbohidrat,lemak dan protein dalam bahan makanan.
Dasar Teori:
Tubuh manusia membutuhkan zat makanan dalam jumlah yang berbeda. Ada yang dibutuhkan dalam jumlah banyak (makronutrien), yaitu karbohidrat; protein; dan lemak, ada pula yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit, yaitu mineral dan vitamin.
Makronutrien yang dibutuhkan manusia:
1. Karbohidrat
Karbohidrat tersusun atas unsur-unsur C, H, dan O yang dibentuk dalam proses fotosintesis oleh tumbuhan berhijau daun. Golongan karbohidrat antara lain : gula, tepung, dan selulosa. Menurut ukuran molekul, karbohidrat dibedakan menjadi beberapa golongan sebagai berikut
- Monosakarida, meliputi glukosa, fruktosa, dan galaktosa.
- Disakarida, meliputi sukrosa, maltosa, dan laktosa.
- Polisakarida, meliputi amilum, selulosa, dan glikogen.
Setiap molekul glukosa mengandung 38 ATP (adenosine trifosfat). Metabolisme karbohidrat dipengaruhi oleh enzim-enzim dan hormone-hormon tertentu. Adapun fungsi karbohidrat adalah sebagai berikut:
1. Sebagi penghasil kalori (1 gram = 4,1 kalori )
2. Pembentuk senyawa-senyawa organic yang lain seperti lemak dan protein
3. Menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh
2. Lemak
Lemak tersusun atas unsure-unsur C, H, dan O yang merupakan senyawa majemuk. Lemak terdiri atas asam lemak dan gliserol. Pada satu molekul lemak terdapat satu molekul gliserol dan tiga buah molekul asam lemak.
Sumber lemak dibagi menjadi dua macam, yaitu hewani dan nabati.
Lemak tidak dapat larut dalam air tetapi larut dalam eter, benzene, dan kloroform. Lemak terdiri atas 2 komponen, yaitu asam lemak dan gliserol. Setiap 3 molekul asam lemak berikatan dengan molekul gliserol membentuk trigliserida. Asam lemak yang dibuat oleh tubuh disebut asam lemak nonesensial, sedangkan asam lemak yang diperoleh dari makanan disebut asam lemak esensial.
Adapun fungsi lemak sebagai berikut :
1. Sebagai penghasil energi ( 1 gram = 9,3 kalori )
2. Pembangun bagian-bagian sel tertentu
3. Pelarut beberapa vitamin, yaitu vitamin A, D, E, dan K
4. Sebagai pelindung tubuh dari suhu rendah
3. Protein
Protein merupakan senyawa majemuk yang terdiri atas unsure-unsur C, H, O, N, dan kadang-kadang terdapat unsure P dan S. Molekul protein tersusun dari sejumlah asam amino sebagai bahan dari dasar.
Sifat-sifat suatu protein ditentukan oleh :
1. Macam asam amino yang terdapat dalam molekul protein
2. Jumlah tiap macam asam amino
3. Susunan asam amino dalam molekul protein
Ada beberapa asam amino yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh kita, sehingga harus didapat dari makanan kita sehari-hari. Asam amino tersebut disebut asam amino esensial yang berjumlah 8, yaitu : lisineleusin, isoleusin, treonin, metionin, valin, fenilalanin, dan triptofan.
Protein dicerna secara kimia menjadi asam-asam amino yang kemudian diserap pada dinding-dinding ahlus. Asam-asam amino tersebut masuk ke pembuluh darah dan diangkut menuju ke sel-sel tubuh.
Adapun fungsi protein, yaitu :
1. Penghasil energi ( 1 gram = 4,1 kalori )
2. Pembangun jaringan-jaringan baru dan mengganti yang rusak
3. Pembuat enzim dan hormone
4. Penjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh
5. Pembentuk antibodi
Alat dan Bahan:
• Tabung reaksi
• Rak tabung
• Gelas kimia
• Kassa
• Pembakar spiritus
• Pipet
• Korek api
• Larutan A
• Larutan B
• Larutan C
• Larutan D
• Biuret
• Lugol
• Fehling A+B
Cara Kerja:
Ujilah masing-masing Larutan A, B, C, dan D dengan reagent :
• Biuret
• Lugol
• Fehling A+B
Keterangan:
• Penggunaan larutan A-D, ±1 cm darei dasar tabung reaksi
• Penggunaan reagent antara 3-6 tetes
• Penggunaan dengan fehling A+B harus dipanaskan
• Masukkan hasil pengamatan ke dalam tabel

Daftar Isi :